Make your own free website on Tripod.com

ARTIKEL ISLAM

KUDUNG GAUL;
FENOMENA TABARRUJ JAHILIYAH MODERN
Sebuah Catatan Pinggir "Kudung Gaul; Berjilbab Tapi Telanjang"


Subhan Nurdin *)


Iftitah

Wanita telanjang kepala ?! Sudah biasa ! Telanjang dajal (dada jeung bujal), juga biasa. Yang luar biasa ialah berkerudung tapi telanjang.
Sungguh naïf, seorang wanita muslimah mengenakan kerudung, menutup tubuhnya dengan busana muslimah, namun dilaknat oleh Rasulullah SAW sebagai penghuni neraka karena pakaiannya.
Fenomena kudung gaul (istilah Abu Al-Ghifari) memang sudah umum dan dianggap sah-sah saja oleh sebagian masyarakat muslim kita. Ibu-ibu pengajian seakan tak peduli ketika anak gadisnya mengenakan jimet (jilbab metal), kaos minim dan celana jeans ketat. Yang lebih tragis lagi mereka menganggap hal itu sebagai amal shaleh yang berpahala karena telah melaksanakan kewajibannya sebagai muslimah. Namun apa yang didapatkan ialah ancaman yang keras dari Allah dan Rasul-Nya.
Ada lagi yang berprinsip "daripada."  Ya… daripada tidak berkerudung lebih baik pakai, walaupun kurang sempurna. Barangkali, mereka belum tahu bagaimana para muslimah Anshar sangat interes terhadap kesempurnaan busananya ketika turun kewajiban jilbab, sampai mereka menjadikan kain penutup jendela dan sejenisnya sebagai kerudung dan busananya. Subhanallah.

Tabarruj Jahiliyah Yang Modis & Trendi

Muqatil Bin Hayyan berkata : "Wa Laa Tabarrajna Tabarrujal Jahiliyyatil Ula, tabarruj ialah menanggalkan kerudung di kepalanya dan tidak mengikatkannya sehingga tersingkap kalungnya atau antingnya dan pundaknya maka tampaklah seluruhnya dan inilah tabarruj yang menjadi fenomena umum diantara wanita mu'minin.
Mujahid berkata : "Jika wanita keluar rumah dan berjalan di antara kaum lelaki maka itulah tabarruj jahiliyah."
Qatadah berkata : "Jika wanita keluar rumah berjalan-jalan dan bertingkah genit, maka Allah melarang hal itu."
Dari Anas RA berkata : Kaum wanita datang kepada Nabi SAW dan bertanya :  "Wahai Rasulullah, Kaum lelaki mendapat keutamaan untuk pergi ke medan jihad fisabilillah, lalu bagaimana dengan kami, adakah amal yang setimpal dengan jihadnya kaum lelaki?" Maka Rasulullah SAW menjawab : "Barangsiapa yang diam (atau kalimat yang semakna) di rumahnya, maka sesungguhnya pahalanya setimpal dengan mujahid fisabilillah."
Rasulullah SAW bersabda : "Tidak sedikit yang berpakaian di dunia, telanjang di akhirat." (HR. Al-Bukhari)
Dalam Fathul Bari dijelaskan : "Berpakaian di dunia dengan pakaian yang sempurna  disebabkan oleh adanya kemampuan, tetapi telanjang diakhirat dari ganjaran disebabkan  oleh tidak adanya amal shaleh di dunia. Berpakaian dengan macam-macam baju tetapi pakaiannya membayang, tidak menutup auratnya, maka dia disiksa di akhirat dengan telanjang sebagai balasannya. Berpakaian karena mendapat bermacam-macam nikmat dari Allah, tetapi dia telanjang dari syukur."
Al-Ustadz Abdurrahman menjelaskan: "Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa pakaian bani Adam itu ada tiga macam yaitu : Pertama, pakaian Yuwaari Sauatikum, artinya pakaian sekedar penutup bagian-bagian yang malu bila dilihat atau terlihat orang. Kedua, pakaian riisyan, artinya pakaian yang merupakan hiasan yang layak bagi manusia, jadi lebih daripada hanya menyembunyikan aurat saja. Ketiga, (dan yang terpenting) pakaian yang disebut Libasuttaqwa, yang berarti pakaian yang merupakan ketakwaan, yang menyelamatkan diri, menyegarkan jiwa, membangkitkan budi pekerti dan akhlaq yang mulia. Pakaian inilah yang menjamin keselamatan diri, dunia dan akhirat, menjamin kebahagiaan rumah tangga dan menjamin keamanan serta ketenteraman dalam masyarakat dan negara. Ketiga macam pakaian itulah garis pemisah utama dan cirri fitrah insaniyah yang membedakan bani Adam dan bani binatang. Sebab binatang tidak memperhatikan urusan pakaian penutup aurat. Binatang tidak beraurat dan tidak memiliki sifat atau perasaan malu. (Risalah Wanita:166)

Awas, Wabah Dayuts !

Rasulullah SAW bersabda: "Tiga golongan orang yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandangi mereka pada hari Kiamat. (1) orang yang durhaka kepada orangtua, (2) wanita yang bertingkah kelelakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki, dan (3) dayuts." (HR. An-Nasa-i, Hakim, Baihaqy dan Ahmad)

الديوث بدل المنان والديوث بمهملة ثم تحتانية وآخره مثلثة بوزن فروج وقع تفسيره في نفس الخبر أنه الذي يقر الخبث في أهله
Fathu X:406
الديوث فيعول من ديثت البعير إذا دللته ولينته بالرياضة بالحق   الديوث  ذلل حتى رأى المنكر بأهله فلا يغيره
Faidlul Qadir III:327
Dayuts kabalikan dari ghirah yaitu cemburu dalam kebaikan. Suatu ketika Rasulullah SAW melihat Asma berpakaian tipis, seketika ghirah beliau muncul dan keluarlah kalimat sebagaimana dalam hadits : "Wahai Asma, Apabila wanita telah dewasa, tidak boleh tampak kecuali ini dan ini ! (seraya Rasulullah SAW memberi isyarat pada muka dan kedua telapak tangannya). (HR. Abu Dawud)
Dimana ghirah kita, ketika istri kita, anak gadis kita, kakak/adik wanita kita bertabarruj ?! Sudah menjadi pemandangan umum, seorang ibu berkerudung berjalan bersama anak gadisnya yang berkudung gaul atau bahkan tak berjilbal. Tidakkah kita sadar akan peringatan Rasulullah SAW terhadap dayuts yang Allah sendiri enggan melihat mereka, karena sangat dibencinya sikap dayuts tersebut.
Sudah saatnya kita kembali meneladani akhlaq dan sunnah Rasulullah SAW, ketika suatu hari beliau pernah shalat memakai faruj (semacam pakaian yang dibuat dari sutra). Setelah selesai shalat dia membuka baju tersebut seperti orang yang membenci atau tidak menyukai baju seperti itu, dan Rasulullah SAW bersabda : Laa Yanbaghi Hadza Lil Muttaqin."Tidak patut pakaian seperti ini bagi orang Islam yang taqwa." (HR. Muslim)
Wallahu A'lam Bish Shawwab.


Bahan Bacaan

Risalah Wanita, KHE. Abdurrahman, Sinar Baru Algensindo, Bandung, Cet. III, 1999.
Pamer Aurat, At-Tabarruj, Ni'mat Shidqy, Granada Nadia, Jakarta, Cet.I, 1994.
CD Maktabah Alfiyah Lis Sunnah An-Nabawiyah Ver. 1.5, Team, At-Turath, Amman, 1999.


_________________
*) Disampaikan pada acara Bedah Buku "Kudung Gaul; Berjilbab Tapi Telanjang," Ahad, 15 Juli 2001
    di Masjid PP Persatuan Islam, Viaduct, Bandung.

ASHIFNET  | Ash-Shiddiq Intellectual Forum (ASHIF) | Bulletin
Ash-Shiddiq | Acara & Kegiatan | Fatawa Islam | Ash-Shiddiq Press | Silaturrahim | DANA DAKWAH ASHIF | Bulletin Ash-Shiddiq Makalah Terbaru | ARTIKEL ISLAM

KUNJUNGI KAMI :

Phone: 062-022-5207636
Fax: 062-022-5221578
Email: fatawaislam@yahoo.com